Quotes from “Bumi Manusia” by Pramoedya Ananta Toer

Kau terpelajar, Minke. Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan Itulah memang arti terpelajar itu.
Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain.
"Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri."
Tempun-lah jalan yang kau anggap terbaik. Hanya jangan sakiti orangtuamu, dan orang yang kau anggap tak tahu segala sesuatu yang kau tahu.
jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar pengelihatanmu setajam mata elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa keraput.
Daun beringin dan janur kuning dalam keserasian warna tradisi mengubah dinding dan tiang-tiang yang kering-kerontang menjadi sejuk dan memaksa orang untuk menikmati dengan pengelihatannya. Maka mata pun diayunkan
Hipwee
Hipweehas quotedlast year
Seperti gagak sedang menaksir calon bangkai.
Lima syarat yang ada pada satria Jawa: wisma, wanitaa, turangga, kukiia dan curiga.
Aku melihatnya dari segi lain lagi: dan segala apa yang ia mampu kerjakan, dari segala apa yang ia bicarakan Aku benarkan peringatan Jean Marais: harus adil sudah sejak dalam pikiran, jangan ikut-ikutan jadi hakim tentang perkara yang tidak diketahui benar-tidaknya.
Cinta itu indah, Minke, juga kebinasaan yang mungkin membuntutinya. Orang harus berani menghadapi akibatnya
Lima syarat yang ada pada satria Jawa: wisma, wanitaa, turangga, kukiia dan curiga.
Ternyata semakin banyak bergaul semakin banyak pola persoalan,
segan."
Aku tak menjawab. Dan nampaknya ia memaafkan kekikukanku.
"Kalau Sinyo pelajar H.B.S. tentu Sinyo putra bupati. Bupati mana itu, Nyo ?"
"Tidak, eh, eh...."
"Begitu segannya Sinyo menyebut aku. Kalau ragu tak menghinakan diri Sinyo, panggil saja Mama, seperti Annelies juga."
"Ya, Minke," gadis itu memperkuat. "Mama benar. Panggil saja Mama."
"Bukan putra bupati mana pun. Mama," dan dengan memulai sebutan baru itu, kekikukanku, perbedaan antara diriku dengannya, bahkan juga keasingannya, mendadak lenyap.
"Kalau begitu te'ntu putra
Aku selalu dalam keadaan rapi. Malah akan tidur pun kadang masih kuperlukan berhias. Cantik menarik sungguh lebih baik daripada kusut, Ann. Ingat-ingat itu. Dan setiap yang buruk tak pernah menarik. Perempuan yang tak dapat .merawat kecantikan sendiri, kalau aku lelaki, akan kukatakan pada teman-temanku: jangan kawini perempuan semacam itu; dia tak bisa apa-apa, merawat kulitnya sendiri pun tidak kuasa.
"Kau harus selalu kelihatan cantik, Nyai. Muka yang kusut dan pakaian berantakan juga pencerminan perusahaan yang ku-sut-berantakan, tak dapat dipercaya."
Setiap hubungan seksuil pertama akan tetap terpateri dalam sanubari insan, -dan juga bisa menentukan watak seksuil-nya. Tidak, tidak, kurang tepat. Mestinya kukatakan begini: bisa menentukan watak seksuilnya di kemudianhari
Apa pula guna bicara dalam keadaan hati dan otak penuh persoalan ? Lalulintas pun tak nampak olehku.

????????????

Apa kataku
dulu ? Jangan ikut-ikut jadi hakim tentang sesuatu yang kau tak ketahui dengan pasti.
Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya.
Lihat, Tuan Minke, dalam kehidupan ilmu tak ada kata malu. Orang tidak malu karena salah atau keliru. Kekeliruan dan kesalahan justru akan memperkuat kebenaran, jadi juga membantu penyelidikan.
fb2epub
Drag & drop your files (not more than 5 at once)